"NO PRESSURE NO DIAMONDS"

Bismillah.

Dengan nama Allah yang maha kuat dan pemberi kekuatan.

Alhamdulillah.alhamdulillah.alhamdulillah.

Just finished my ophthalmology posting.i did replacement for that posting sebab tarikh on schedule i went back to Malaysia.nak cerita sikit pasal ophthal posting.huu..pertama:dah ada bad mindset dari kawan yang dah habis posting tu.kedua:we interns can’t do procedures which were actually intern’s jobs like checking IOP by tonometry(tekanan dalam bola mata), sac syringing etc etc.(undang-undang baru gamaknya).ketiga:i need to communicate directly with patients.(yang nie memang stress tahap cacing bawah tanah)sbb memang jenis tak suka communicate dengan orang yang tak dikenali even sampai sekarang pun stress bila kena pergi kaunter stesen minyak untuk bayar isi minyak,kena bayar barang kat kaunter kedai etc etc.ok tu memang agak mengada but that is the reality.memang jenis macam tu.

Ok, back to posting story..
So berdasarkan sebab-sebab yang telah dinyatakan, inilah posting pertama dalam sejarah yang i memang dah countdown bila nak habis dari hari pertama posting.dahsyat kan??felt like time flew soooooo slow.but day by day i kept doing the routine job during the posting.luckily my postingmates that time boleh tahan la best.boleh kata satu kepala.we talked lots during leisure time.(sebab kawan yang ku kenal)oh..1 thing intern kena buat sepanjang hari kat posting adalah ambil history patient.hari pertama aku memang refused ambil patients.sebab 1:tak reti local language.2:malas nk cakap sebab nanti tahu je yang ku memang takkan paham bila patient cakap balik.huhu.Tapi nak ditaqdirkan memang kena jugak ambil patient sebab nanti kena marah kalau tak buat kerja.so aku pun ambil history patient.terkial-kial lidah bila nak tanya soalan,berpinar-pinar otak nak try faham bila patient jawab soalan aku.aku tanya guna 2 words patients balas habis satu perenggan karangan.pastu mula cari kawan tempe untuk translate.mana tak stress!haha.tapi as people say “practices make perfect”.and it’s always proven.as time passed by aku dah boleh tanya dengan lancar soalan-soalan tu(btw, solan yang sama je kena tanya kat setiap patients,so memang senang la.haha) and dah boleh faham sedikit sebanyak bila patients jawab balik.

And meanwhile aku tengah buat posting ophthal aku pergi menyibuk jugak dengan casualty after opd time habis.one day ada 1 case.suspected fracture of wrist based on history and clinical findings.xray wrist done.so aku pun bukak la xray tu.cikgu suruh detect kat mana fracture site.dah nampak something wrong kat distal end of radius.and matched with the clinical finding tapi still tak yakin.after about 2-3 min baru rasa yakin sikit nak tunjuk kat cikgu kat mana fracture site tu.and sarcastically he replied, “You manage to know the site so early.....after 30 min!” i was like.....(what???)

Sometimes...ok.most of the time, kita being too defensive sebab kita tak tahu,sebab kita tak yakin, sebab kita tak pernah buat, sebab,sebab,dan sebab.but know 1 thing, kita manusia.human were not born perfect, and never meant to be perfect throughout our lives. That’s why we are human. Masa  kecil, kita tak pernah tahu macam mana sebenarnya dunia luar dari rahim ibu kita, tapi kita fought untuk keluar ke dunia. Masa baby kita tak pandai jalan, tapi kita tried.tried to walk eventhough we fell hundreds times.we keep trying and trying and trying.walaupun kita tak tahu pun kita dah ready atau belum untuk jatuh,untuk sakit,untuk menangis kerna luka. It’s a process.
Dan macam mana fizikal kita membesar mengalami proses tumbesaran, macam tu jugak personality kita,perasaan-perasaan kita, pemikiran-pemikiran kita.dan ada certain things yang kita kena learn.belajar untuk dewasa, baik dalam kehidupan peribadi mahupun dalam dnt.

Tak perlu takut kalau salah.tak perlu risau bila tak tahu.Belajarlah dari pengalaman silam, dari kisah mereka yang telah melewati sesuatu jalan, dari kesilapan-kesilapan lalu, dan dari mereka sekelilingmu. Ada ‘tangan’ di atas sana yang sedang mengatur perjalanan hidup dan perjalanan tarbiyahmu. Just keep on walking and believe in HIM.

Be brave!

Be confident!

And you will survived!
oh.ini sungguh dalam!

Ps::walaupun tu posting yang ku tak berapa suka,tapi seriously i enjoyed it.i learnt lots back there.
Pss::Benarlah..tarbiyah Allah ada saja di mana-mana,tinggal kita ingin membuka mata dan mengisinya ke dalam hati atau melepaskan ia pergi tanpa ada kesal dalam hati.You choose!

#internslife


Wallahua’lam.

25 May 2016, 1:25am, BM

Suture ku Yang Pertama

Bismillah.

Dengan nama Tuhan yang maha memberi.

Tunggu punya tunggu punya tunggu, lama.. baru boleh buat suture. 2minggu posting and 2nd last day baru dapat,itu pun tunggu smpai malam (after opd tutup) baru dapat.
Sbb kena depends on case.biasanye RTA,
And depends on cikgu jugak..kalau cikgu baik,dia akan ajar dengan baik,tp kalau tak habislah kena perli,marah bagai.(kena pekakkan telinga)
Tapi sebab casualty..any procedure they have to teach intern how to do it.

And that night I did my first suture.4 sutures.after seeing 3 cikgu ajar,then finally I got confidence to do it.

We got to stay for longer time at casualty.Berharap tapi tak terlalu mengharap.
Alhamdulillah dapat jgk..

Most of da time in our lives we want our wishes to be fulfilled.our dreams come true.but things are not gonna happen unless we sacrifice from our side.
Nak beli iPhone 6s,kena jimat duit,kumpul duit,cut perbelanjaan yg tak berapa nak penting,buat bisnes sket2 untuk kumpul duit.makan masa berbulan jugak baru boleh beli.

Nak siapkan assignments, thesis, research sometimes kena korbankan masa tidur,tidur lambat, kena cari banyak bahan rujukan, kena marah ngan supervisor setiap kali presentation ada je yang tak kena,  kena korbankan masa lapang yang ada,kadang cuti tak dapat balik kampung etc..we willing to do everything asalkan thesis,assignments tu semua siap.

Sama jugak dalam hidup kita,aim nak masuk syurga jumpa Allah,nak lepak dengan nabi dan para sahabat,nak minum air sungai susu dan mad'u dan sebagainya.tapi nak dapat semua tu bukannya free,ada pengorbanan yang harus dilakukan,ada sesuatu yang perlu dikorbankan,ada darah yang harus dititiskan(ok yang nie over).

In order to achieve something, ada benda yang perlu kita korbankan.
Andai syahid satu-satunya jalan menuju syurga,apakah kita bersedia berkorban menempuhinya???




-Gambar suture-


9:27pm, 22/4/16,highway NH-4

Si Penunjuk Lorong

Bismillah.

Dengan nama Allah maha pemberi rezeki buat hambaNya.

Ini kisah aku dan si penunjuk lorong.

Aku cemburu
Dengan si penunjuk lorong itu
Tampak indah dalam pandangan manusia
Ke sana ke mari
Kejap ke hulu, kadang ke hilir
Bisa menjelajah dunia
Bisa menjejak luas bumi
Bisa menjunjung langit terbentang
Bisa meneroka khazanah alam

Aku cemburu
Padanya si penunjuk lorong
Serba serbi tahunya
Tentang bumi,tentang manusia,tentang tanah,tentang ulat di jalan
Tak semua mampu sepertinya
Agar jalan mereka selepasnya tidak pincang
Agar sampai ke destinasi mereka selepasnya
Agar tidak sesat langkah mereka

Aku cemburu
Sabar si penunjuk lorong itu
Bagai tak punya batas
Bagai tak pernah tertas
Tersulam cantik dihias senyum ikhlas
Berbuat bagai cinta tersisip kemas
Ah,sungguh aku cemburu

Aku cemburu
Pada sekeping hati si penunjuk lorong
Bisa kali dijaga rapi
Tumbuhnya iman mekar mewangi
Hingga bisa menepis busuknya godaan duniawi
Yang merenjat deria hati
Punya perisai kebal dan tebal
Disepanjang menelusuri lorong berduri
Hingga terjaga dari terluka

Aku..
Sungguh-sungguh punya rasa cemburu
Padanya si penunjuk jalan itu
Di mataku terlalu sempurna
Hingga aku seperti terinspirasi
Tapi manusia itu sifatnya punya kekurangan
Mungkinkah aku sepertinya?

Menjelajah langit cinta
gambar hiasan

2nd Jan 2016, 2:01am, tanah air.


Sweet sangat!

bismillah..

dengan nama Allah tuhan yang menaut hati dengan cinta

“dan yang mempersatukan hati-hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 
(al anfal 8:63)

masih ingat ayat Allah yang satu nie?
ayat yang menyatakan bahawa hanya Allah yang menyatukan hati orang-orang beriman.datanglah sehebat mana pun gelombang badai,kalau Allah ingin mereka bersatu, ya mereka akan bersatu..begitu juga sebaliknya.biarpun pada zahirnya mungkin kelihatan minat yang sama yang mengeratkan, atau mungkin selalu belanja makan yang merapatkan hubungan, tapi itu semua sekadar alasan.alasan Allah untuk membiarkan dua hati untuk dekat, lalu berputik cinta antara mereka, seterusnya melahirkan ukhuwah yang luar biasa.

namun ada masa ukhuwah itu diuji.dengan kerenggangannya, dengan tidak mesranya, dengan kesibukan ahli-ahlinya, dengan nafsi-nafsinya, dengan terasa hatinya dan sebagainya.
yang terlibat kadang tak merasa, tapi Tuhan tak pernah leka.ingin disatukan semula hati-hati mereka yang bersama-sama di jalanNya.mungkin dengan cara yang tak pernah kita duga!.sama sekali.

saya ke RI(rumah islam) di satu tempat.menginap di sana 3 malam.simply.nak join aktiviti mereka.ditaqdirkan Allah satu hari tu black out.but they got generator,luckily.so certain kipas and lampu still can be used.alhamdulillah.everyone continue doing their job.some in the study room.while some in bedroom.having some nap after zohor prayer..it was going for more than 5 hours i guess.so the generator dah habis bekalan and it shutted itself down.so no more lampu and kipas and whatsoever yang memerlukan penggunaan elektrik.so sebab bilik study dah gelap,dan bilik tidur dah terasa bahangnya, masing-masing keluar lepak di ruang tamu.everyone.

we sembang-sembang together, bincang-bincang together, makan aiskrim together, they even main games.together.on my thought,terdetik jugak, 'its been long time since i feel this environment.'you know..bila semua orang busy dengan schedule masing-masing, tutor setiap hari, presentation lagi, kena pergi kelas and posting, assignments lagi, usrah bagai.(tapi tader la sampai tak bercakap langsung).sedar tak sedar mereka sedikit jauh antara sesama mereka.and hari tu alhamdulillah Allah kumpulkan mereka untuk sama-sama duduk menghabiskan masa bersama-sama.rumah time tu riuh beno.huhu..sampailah waktu asar masuk.after solat jemaah semua(i was helping my friend making karipap at that time) tetiba one of the ahli rumah went and checked the main suis. AND IT WAS TERTENDANG! the black out would has over if they went and looked for it at the beginning.but Allah has planned it to be that way.

"penyayangnya Allah~",kata kawan saya sorang nie.at that moment i realised yes!maha penyayangnya Allah kerna memberi peluang yang tak pernah putus untuk me'refresh' kembali hubungan kami.and comel sangat perancangan Allah.cuba kalau ada orang checked on that sius awal-awal, mesti mereka takkan berkumpul pun kat tengah-tengah hall, takkan makan pun aiskrim sesama, takkan main games sesama.tapi kerna penyayangnya Allah so He planned it.

"Ukhuwah itu ibarat seutas tasbih
Ada awal tiada penghujungnya
Dicipta untuk mengingatiNYA 
Dibahagikan untuk cintaNYA 
Dan diratib untuk redhaNYA"

#kopipasta

dan ukhuwah itu memerlukan perasa 
seperti kopi yang takkan mampu ditelan bila pahit.
dan perasa yang paling enak adalah 'lillahi taala'

wallahua'lam

4 November 2015, 7:20, BM

Berkah vs Serakah

bismillah...

dengan nama tuhan yang mengajar dengan pena.

alkisah.
hari nie ku ada paper surgery.paper 1.and orthopedics jugak.gabung.walaupun ada gap sehari selepas medicine haritu still aku tak mampu gunakan masa sebaiknya untuk sedut sebanyak mungkin ilmu surgery yang ada dalam buku Manipal Manual of Surgery yang menjadi rujukan bebudak medics kat india nie.

jadinya..aku pergi menjawab exam dengan keyakinan bahawa adanya asbab tidak menjanjikan kewujudan akibat.takut-takut diri bergantung dengan ilmu yang picisan nie untuk menjawab soalan exam sedangkan Allah kalau Dia nak bagi tak ingat, baca banyak mana pun tak dapat jawab jugak.

nak dijadikan cerita harini punya soalan.. hoho sekerat dua je yang aku pernah dengar terms dia.jadinya jenuh la memikir dan recall balik apa yang pernah belajar, baca atau dengar selama nie.(Jangan tiru aksi ini!)sepanjang peperiksaan dijalankan cikgu(postgraduate student) yang jaga exam tu 2 kali jenguk answer paper aku.(ku ingatkan dia tengok orang depan punya paper.sekali dah nak habis exam baru tahu yang selama nie dia usha paper ku.ohhoo..malu~)
5 min before masa tamat he came to me.waktu tu ku tengah pikir jawapan untuk last question yang akhirnya aku tinggal je sebab tak dapat jawab.he came and asked.

-"You finished answer all the questions?"
--"err...yes sir."(bohong.huhu)
-"I saw you didn't write much.You don't remember or you don't know?"
--*klipop.klipop*I don't know the answer, sir"
-"Then why don't you ask?we have interns here."
--*klipop.klipop*
-"It's okay."(sambil cuba senyum.bagi semangat mungkin.takpun cuba redha dengan perangai UG sorang nie)
--*dalam hati*(This is my battle, sir.Takkan nak harapkan orang lain dalam battle sendiri??Lagi pula yang ku inginkan keberkahan dalam urusanku.Apa guna beroleh kejayaan tanpa keberkahan?!)
*tahan air mata*

lantas selepas perbualan tu, aku keluar dari dewan peperiksaan.mengharapkan redha tuhan atas tindakanku.

dalam hidup, bila dunia menjadi tujuan takkan pernah iman itu menang.iman bukan dijadikan panduan tapi digunakan sebagai tunggangan.melangkah tanpa batasan dosa dan pahala.umpama tidak punya tuhan.umpama tak tahu pembalasan.

aku bukan malaikat.ada juga rasa untuk bertanya bila tak tahu.tapi hanya disimpan dan ditelan semula niat itu kerna aku cuma ingin berlaku jujur pada tuhan.mengharap dipandang walau amal cuma ringan.

kumulakan dengan bismillah
takkan kuakhiri dengan jadah
hanya kerna sebuah serakah
takkan ku tumbangkan iman yang sececah

"And those who strive for Us - We will surely guide them to Our ways. And indeed, Allah is with the doers of good."
(al ankabut 29:69)
dan aku yakin dengan janji Tuhanku!

wallahua'lam.

24 September 2015, 18:37, BM

**Nikmatz**

bismillah..

dengan nama Allah tuhan pemberi nikmat.

exam prelim baru bermula.dan sebagai seorang pelajar tahun akhir, prelim umpama momok bagiku(sebab kalau tak lepas cut off time prelim aku tak boleh ambil final exam)tapi tader la momok sangat sebab sebagai seorang muslim aku yakin ada kuasa tuhan di atas semua perkara yang berlaku dalam dunia.

seminggu nie kecoh di muka buku gambar seorang pakcik tua yang di rosakkan typewriter nya,satu-satunya sumber mata pencariannya untuk diri dan keluarga.aku tak tahu sangat kisah pakcik tu, ataupun apa yang berlaku sesudah berita itu menjadi viral sebab aku sendiri tak cukup kekuatan untuk baca berita yang macam tu.(asal tengok gambar je dah bergenang air mata apatah lagi kalau baca thoroughly the story of the pakcik).makanya aku memilih untuk scroll je wall fb ku tanpa mengikuti dengan lebih lanjut kisah pakcik malang itu.cukup sekadar gambar yang berbicara disertai segaris tajuk yang lantas bila membacanya terus membuatkan ku rasa .............

demikian juga yang berlaku bila aku melewati stesen-stesen tol di india.kelihatan penjaja-penjaja menjenguk dari satu kenderaan ke kenderaan yang lain untuk menjual bahan dagangan mereka.ada keropok, bunga, strawberi(kalau tiba musimnya), jambu, dan sebagainya.bukan untuk bertindak sombong, cuma hati kecilku tak sanggup untuk melihat situasi seperti itu, apatah lagi bila yang menjualnya adalah pakcik tua seperti kisah pakcik typewriter di atas.lantas bila kereta atau bas yang aku naiki melewati kawasan tol aku akan berpura tidur kerna tak sanggup untuk menolak dan menggelengkan kepala pada penjual-penjual tersebut.ya memang seharusnya aku berbangga kerna mereka sudah mahu berusaha dengan gigih, dengan cara yang halal untuk menafkahi keluarga mereka tapi aku cuma insan biasa yang terlebih sensitif bila  perkara-perkara macam tu berlaku depan mataku.

antara perkara yang bermain dibenakku bila aku melihat peristiwa seperti ini..
apakah akan seperti ini lagi bila islam yang memerintah?
apa sebenarnya yang berlaku bila islam menjadi ustaziatul alam pada zaman abasiyah dahulu?
apakah ada peristiwa seperti di atas bila islam menjadi rujukan?
bagaimana dahulu seorang khalifah memerintah seluruh dunia?
bagaimana rasanya dipimpin oleh mereka yang amanah pada tugasnya?

aku tak punya jawapan.
sekadar berteka-teki.
cuma meyakini ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL ALAMIN.

bukan mudah untuk redha dengan tuhan bila yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.
tapi bilamana melihat struggle orang yang lagi susah dari kita, waktu tu akan rasa malu dengan tuhan kerna tak mampu mensyukuri kurniaanNya

Allah..
jangan pernah putus asa denganku.
kerna aku juga sedang belajar untuk tidak berputus asa denganMu.

**sekadar meluahkan apa yang terbuku di hati.contengan yang sebenar contengan.

wallahua'lam.

21 September 2015, 18;00, bumi maududi


Takbir Kemenangankah Ini?

Bismillah.

Dengan nama Allah pemberi nikmat terbesar dalam hidup kita.

Farid pulang ke tanah air sudah hampir seminggu dan tadi telah diumumkan di televisyen bahawa anak bulan sudah kelihatan dan esok seluruh umat islam di Malaysia akan menyambut hari raya aidilfitri.Seharian Farid sibuk menguruskan hal-hal di rumah.Menolong ibunya membalut ketupat, keluar membeli barang-barang dapur untuk ibunya bagi menyediakan juadah untuk hari raya, mengambil kuih-kuih raya yang baru siap dari kedai, dan tak lupa Farid singgah ke kedai kasut untuk membeli kasut raya memandangkan kasut yang dipakainya sewaktu pulang ke tanah air haritu kata ibunya tidak sesuai untuk dipakai beraya.

‘Citarasa ibu memang pelik.ok apa sneakers nie.aku baru je beli 3 bulan lepas.ndak apapa lah.boleh dapat sepasang lagi kasut baru’, hati Farid berbicara.

Setelah keluar masuk beberapa buah kedai dan setelah berpasang-pasang kasut yang dicubanya akhirnya sandal sport berwarna coklat menjadi pilihan hati untuk dipakai semasa raya nanti.

Not seratus dihulur pada cashier kedai dan setelah mendapat wang baki Farid lantas mendapatkan motornya dan terus bergegas pulang ke rumah khawatir ibunya menunggu-nunggu kepulangannya untuk memasak memandangkan dia baru saja membeli barang-barang memasak ibunya.

‘’Dan 2 tahun tak makan rendang ibu buat.Alhamdulillah tahun nie Allah bagi rezeki untuk rasa lagi’’,Farid cuba membodek ibunya.

Memang benar, sudah 2 tahun Farid beraya di perantauan.Tak sempat untuk pulang ke Malaysia waktu raya kerna schedule belajar yang penuh dan tiada cuti panjang untuk raya.Yalah, belajar oversea memang macam tu.Time kawan-kawan di Malaysia tengah bercuti sem dia mesti ada kuliah, tapi bila dia dapat cuti dan dapat pulang ke Malaysia kawan-kawannya sibuk mengejar jadual kuliah, due tesis dan sebagainya yang macam tak pernah habis.Kerna itu Farid jarang keluar rumah bila pulang ke Malaysia, hanya memerapkan diri di rumah.Boleh berbakti kat parents kononnya.Hanya keluar bila ada daurah besar macam time balik bila habis tahun pertama pengajiannya di bumi maududi.

Farid masih ingat saat dia pulang bila habis 1st year.Waktu tu tinggal beberapa hari lagi untuk masuk bulan puasa.Tu je time dia dapat puasa penuh kat malaysia sejak fly.Ramai teman-teman Farid yang sama-sama pulang untuk beraya di Malaysia pada tahun tu.Jadinya satu daurah diadakan bagi menghidupkan Ramadhan mereka.Masjid hopping gitu.Seronok tak terkira Farid time tu.Daurah yang mengambil masa 4 hari itu diadakan pada 10 malam terakhir Ramadhan.Bertambah-tambah kegembiraan Farid dan teman-temannya.

‘‘Kalau balik kampung mesti tak dapat buat macam nie’’,kata Farid yang tengah berborak-borak dengan seorang temannya.

‘’Betul! Bestla macam nie.Dah la 10 malam terakhir. Boleh i’tikaf kat masjid pulak tue.Terbaek lah!”, balas Ijat, kawan baiknya sambil thumbs up.

‘Alhamdulillah’, masing-masing sekadar melafazkan syukur yang setingginya dalam hati pada Allah empunya nikmat dan pemberi nikmat terbesar.

Lamunan Farid terhenti bila dia menyedari yang ODOJnya untuk hari ke-30 belum selesai.Tinggal lagi satu juzuk.Sebenarnya juzuknya untuk hari ini sudah selesai namun memandangkan pada tahun ini puasa cuma 29 hari, jadinya baki lagi satu juzuk perlu diselesaikan juga pada hari ini.Dia menoleh mencari jam dinding.Lagi sejam setengah sebelum masuk waktu berbuka.

‘Sempat nie insyaallah kalau nak habiskan juz 30 nie. Surah-surah nya pendek-pendek je.Kalau kena buat kerja lain pun ada recording dalam mp4 untuk guide bacaan’,detus hatinya.

Memandangkan kebanyakan surah dalam juzuk 30 sudah dihafaznya maka mudah untuknya menyelesaikan juzuk 30 meski tanpa melihat mushaf al-quran.

''Tak tercapai goal alang kali nie nak habiskan hafazan juzuk 30 sepanjang Ramadhan nie’’, Farid mengomel pada ibunya dengan nada agak kecewa dengan pencapaiannya pada Ramadhan kali nie.

''Tak apalah. Dah nak buat macam mana.Nanti boleh sambung lagi hafazan tu’’, ibunya cuba memujuk.

Farid sedikit terkilan dan kecewa dengan dirinya.Namun segera diketepikan dahulu perasaan itu kerna ingin menghabiskan bacaan ODOJnya dengan segera.Farid mentasmi’ bacaannya sambil memegang mushaf al-quran terjemahannya yang selalu diusung ke merata tempat ke mana saja dia pergi.Barang kesayangan katanya.Suatu ketika dia pernah bersembang dengan seorang seniornya tentang barang kesayangan.

Seniornya berkata, “Abang rasa abang tader barang kesayangan la”.

Farid mengangkat wajahnya dari buku yang sedang dibacanya.Merasa sedikit pelik dengan ayat pembuka bicara antara mereka.

‘’Yelah.Sebab abang rasa kalau hilang iphone 5 nie boleh beli lagi.Benda-benda lain pun rasa macam tak bape sayang sangat.Biasa je”,sambung Abang Han.”Kau ada tak benda yang kau sayang Payid?”.

“Ntahla bang.Nak kata sayang fon, fon dah rosak.haha.”

Google Nexus 5 yang baru dibelinya setahun lepas telah selamat masuk ‘workshop’ sebab tak dapat nak switch on.

“Saya rasa saya sayang quran saya.nie je satu-satunya hiburan yang saya ada sekarang”, Farid menjawab soalan abang seniornya.Namun dalam hatinya masih berkira-kira benarkah dia begitu sayang akan qurannya?Tapi bila difikir semula, ya dia boleh hidup tanpa fon untuk beberapa hari sejak fonnya ‘meragam’.Tapi kalau dia hilang qurannya boleh jadi serabut fikiran.

Sambil mentasmi’ dia memerhatikan adik perempuannya yang sedang  membersihkan ruang tamu utama rumahnya yang sedikit berhabuk kerna jarang digunakan ruang tamu yang satu tu.Reserved untuk tetamu kononya bak kata babanya seawal rumah ini direnovate setahun lepas.

Selesai berbuka puasa Farid bergegas menunaikan solat maghrib.Tidak seperti kebiasaannya di hostelnya.Farid dan kawan-kawan akan berbuka dengan kurma dahulu kemudian terus menunaikan solat maghrib berjemaah sebelum makan berat.Jadi bila selesai makan tidak perlu terkejar-kejar untuk solat maghrib.Malah masih punya lebih dari setengah jam sebelum azan isyak.

Azan isyak berkumandang.Farid mengambil wuduk dan terus melangkah ke masjid.Biasanya dia pergi bersendirian ke masjid kerna ibu dan babanya akan pergi ke masjid sebelum azan lagi.Tidak jauh jarak dari rumahnya ke masjid.Sepelaung je, bak kata orang tua-tua.Jadi sangat mudah untuknya berjemaah di masjid.Memandangkan hari itu hari terakhir berpuasa makanya setelah selesai solat isyak, malam digegarkan dengan takbir memuji kekuasaan Allah atas kemenangan umat islam berjihad melawan diri sendiri sepanjang di bulan Ramadhan.

Allahuakbar,Allahuakbar, Allahuakbar
Laailaha illallahu wallahu akbar
Allahuakbar walillahilhamd.
[Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar
Tiada tuhan selain Allah, dan Allah maha besar
Allah maha besar dan kepada Allah segala puji-pujian]

Saat itu..Farid mengintrospeksi diri.Mengalir perlahan air mata ke pipinya memikirkan takbir kemenangankah ini buat dirinya?Bagaikan slide show, Farid mengimbas kembali segala aktiviti dan ibadahnya sepanjang bulan Ramadhan kali ini.Air mata yang mengalir diseka, namun tetap terus mengalir kerna Farid merasanya dia tidak menggunakan Ramadhan kali ini sebaiknya untuk meraih cinta dan redha tuhan. Terasa diri sangat kerdil di hadapan penciptnya lantas membuatkan air matanya tidak juga mahu berhenti meski risau jemaah di sebelahnya perasan.Selesai mengaminkan doa dan bersalaman dengan jemaah di kiri kanannya,Farid terus menunaikan solat sunat rawatib dan solat witir.Nyata titisan mutiara dari matanya bukannya makin kering malah makin melebat menghujani.

Farid merintih dalam solat dan doanya.Memohon agar Allah sudi menerima segala amalnya sepanjang Ramadhan kali ini meski banyak cacat celanya.Tidak lupa juga dia memohon agar di panjangkan usia untuk bertemu ramadhan akan datang.

Teringat Farid akan sharing dari Ustaz Nouman Ali Khan tentang ayat 185 surah Al-Baqarah.
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang
didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat
tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,
dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka
(wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari
yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,
supaya kamu bersyukur.”

“30 hari yang Allah tetapkan untuk di completekan sepanjang Ramadhan adalah period to establish our habits within Ramadhan so then we can declare Allah’s greatness.
And Allah will remain as our main priority during Ramadhan and AFTER RAMADHAN”, kata Ustaz Nouman.

Dalam perjalanan pulang dari masjid, Farid teringat sebuah lagu yang sering dimainkan dengan mp4nya.Sebuah lagu baru dari kumpulan Devotees sempena bulan Ramadhan,

Berbahgia yang meraih kehadirannya
Telah dijanji bulan yang sungguh istimewa
Ramadhan yang dinanti menjengah kembali
Dan takkan ku biarkan ia berlalu pergi
Ramadhan.. berpuasa, lapar dahaga, sucikan jiwa
Ramadhan.. tambah ibadah, tingkatkan sabar, kumpul pahala
Ramadhan.. banyak sedekah, ringankan beban, bantu yang susah
Ramadhan.. baiki diri, hiasi dengan sifat mahmudah
Ramadhan.. berbahagialah bagi yang meraikannya
Dirahmati, diampuni, dibebaskan dari neraka
Ramadhan yang dinanti pastikan berlalu pergi
Takkan aku biarkan ia pergi ditangisi

Farid teringat dia pernah share lagu nie dengan usrahmatesnya.Saat terdengar lagu nie phrase yang paling menyentuh hatinya adalah part yang last sekali,

”Takkan aku biarkan ia pergi ditangisi”

‘Saya berharap sangat and berazam nak buat sebaiknya untuk Ramadhan kali nie, sebab in the end saya tak nak nanti saya menangisi Ramadhan nie sebab tak gunakan peluang yang Allah bagi sebaiknya’, Farid pernah curhat dalam 1 sesi usrah onlinenya.

Farid, saat dihantar oleh Allah ke kolejnya, cuma dia seorang saja yang join usrah time tu.Peluang dan ruang Allah bagi untuk Farid mengembangkan dakwahnya kepada teman-teman dan seniornya waktu tu.Masih di tahun pertama, bukan mudah untuk berdakwah pada senior yang lebih tua.’Inferiority complex’ katanya pada naqibnya tika itu.Namun dengan bantuan dan izin Allah dan himmahnya yang hebat waktu tu, Allah berkenan untuk memperlihatkan ‘keberjayaan’ dakwahnya walaupun pada saat itu  Farid tidak tahu banyak tentang method berdakwah dengan keterlibatan teman-temannya yang secara paksa rela kena join usrah dengan Farid sebagai naqibnya.Dan juga keterlibatan seniornya yang memang Allah hantar seperti Harun dihantar pada Musa.Alhamdulillah.Farid tak pernah lupa nikmat yang satu tu.Disebabkan cuma dia seorang tercampak jauh dari teman-teman lain, jadinya dia digabungkan dengan usrah di lokaliti lain.

Seminggu sebelum pulang beraya hari tu Farid sempat berkunjung ke Rumah Ikhwah(RI) di lokaliti lain, dia cuba menggunakan saat yang dia punya untuk berbonding dengan ikhwah lainnya.Lantas mengambil peluang untuk mencurahkan segala isi hatinya tentang Ramadhan yang dilalui.

‘’Aku rasa macam ‘kurang rasa’ lah dengan Ramadhan kali nie’’, Farid meluahkan.

‘’Huh?!Kau ok?”, Im bertanya.

‘’Ntah..aku rasa macam tak rasa pape pun bila buat ibadat sume.Bila sembahyang tarawih, bila baca quran.Aku rasa...kosong’’,akhirnya Farid meluahkan isi hati yang tersimpan.

“Aku faham”, Nabil buka mulut sambil mengangguk tanda memahami apa yang disampaikan Farid.

Farid melepaskan nafas lega kerana telah berjaya meluahkan.Bukan mudah untuk seorang lelaki menceritakan masalah pada orang.Farid juga begitu.Sebolehnya dia enggan orang sekelilingnya mengetahui kelemahan dan masalahnya.Bukan malu, cuma dia tak mahu itu menjejaskan dakwahnya.Ya daie memang bukan maksum seperti nabi, daie juga manusia biasa yang punya kelemahan tapi bila memikirkan tentang adik-adik usrahnya dan adik-adik yang lain, Farid terkadang merasakan dia berpura-pura menjadi kuat supaya adik-adik tetap tsiqah dengannya.Ada sebab kenapa dia jadi begitu.Jadinya cuma dengan insan-insan tertentu sahaja Farid akan membuka mulut menceritakan kegundahan dan kegalauan hatinya serta pekung didadanya.Kerna dia tsiqah dengan ikhwahnya.Kerna dia tahu ikhwahnya akan berusaha untuk membuatkan dia rasa ingin terus bangkit dan berbuat meski tengah ‘lena’.Untuk certain conditions, kadang Farid merasakan dia kuat kerna bantuan ikhwahnya.Tapi of course Allah lah yang menghantar bantuan itu padanya.Dia takkan pernah menafikan hakikat itu.

Dan hari ini dia mengalirkan air mata menangisi ‘pemergian’ Ramadhan.Jujur Farid merasakan dia terlalu leka dengan duniawi sepanjang Ramadhan ini lantas membuatkan dia lalai untuk menambah amal dan mengumpul lebih banyak pahala di bulan Ramadhan yang telah berlalu itu.

Langkahnya menghampiri pintu pagar rumah.Farid mendongak memandang ke langit.Langit gelap itu tampak cantik dihiasi banyak bintang yang bersinar.

‘Meriah langit malam nie’,hati Farid berkata-kata.

Sedikit sebanyak keindahan malam itu merawat luka dalam hatinya dan memberikan harapan baru seperti sinar bintang yang mencerahkan langit malam.Moga takbir yang dilaungkannya betul takbir kemenangan!


Wallahua’lam.

20 Julai 2015, 12:15 am, Tanah Air.