Kipidap Dongibap!

bismillah.

dengan nama Allah maha mengetahui yang nyata dan yang ghaib.

I saw one of my friend’s post in fb.it seems like she’s having difficulty with her work.i’m not sure what exactly the problem but sounds like she lost her motivation to keep continue in this field of medicine.it’s not the physical that tired but the mind and emotion.i’m really sure of it.and i know all my friends,seniors and juniors who have been working in medical field feel the same like her.
As for me, i know this will soon come to me.i’m going to experience it one day.the situation where i will lost all my courage to do the work.lost my ikhlas and ihsan while working.want to get away from people and work.physically and mentally exhausted.emotionally tortured.no doubt that i will feel that way too later in my life.whether i will survive or not, i hope and pray that whatever comes ahead will be the best for me.

Allah said, in one of the verse written in the quran;

“Allah does not charge a soul except (with that within) its capacity..”
[Al-Baqarah 2:286]

Allah Al-‘Alim (The All-Knowing), surely His knowledge encompasses everything in existence even before anything begins to exist.Nothing at all escapes His knowledge.But easier said than done.to really have faith full heartedly when being tested is not that easy.Alone, i’m not sure but together somehow it’s gonna help.maybe not much but enough to stay ‘alive’.

I remember those time when doing internship in my college hospital abroad. I ranted almost everything to my colleagues regarding my works, postgraduates doctors, groupmates, nurses in wards,patients and even about the hospital attendants.haha.not exactly ratting on them because most of them are good to me, but somehow by doing that people will know our problem and will try to comfort and console us.That is one of the way to distress me that time.But knowing the workloads in our malaysian hospital i know that to be able to run away just to pray is actually good enough.to ratting on someone, to share the experience via blog and all are out of question.huhu.you  will have time if you smart enough to manage your time and schedule.

I always pray that whichever hospital i will choose later for my housemanship program, may Allah grant me my support system.i am independant but i know i have to turn to someone somehow.as i don’t really depend on my family(the effect of being away from family most of the time especially during crucial time) and i don’t have spouse to hear me ranting(hahahaha.ok abaikan) i turned to my friends for everything and everything.and i mean everything.you will understand if you are in my shoe.


I really hope she and all my friends who  are in the not-so-good condition will overcome their problems and being able to perform efficiently and ‘seikhlas mungkin’ in order to serve our nation and of course for the sake of Allah.you  guys are doing great!things are going to be tougher but kipidap dongibap!find yourself and you’ll find the purpose of whatever you are doing right now.and never lose hope and never lose faith in Him.He burden us with difficulty and He also will lifts them from us.you guys can do it!




wallahua'lam.


11:17am, 7 September 2017, Tanah Air.

Jalut vs Talut

Bismillah.

Dengan nama Allah yang Maha Mengatur Urusan HambaNya.

Masih ingatkah kita tentang Jalut dan Talut?Sebuah kisah yang disebut dalam kitab suci Al-Quran.

Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.
(2:246)
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
(2:247)
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
(2:248)
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
(2:249)
Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir".
(2:250)
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.
(2:251)
Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.
(2:252)


Ringkasan cerita: 
Sekelompok manusia yang meminta pada Nabinya untuk dikurniakan seorang pemimpin yang akan memandu mereka dalam menentang musuh-musuh durjana.Seruan tiba tapi mereka “berpaling” kecuali sebahagian kecil.
Dan raja pun dipilih oleh sang nabi, Talut namanya.Namun tatkala diangkat seorang raja, nyata itu ujian ketaatan yang kedua buat mereka.Tertanya-tanya, dalam kebanyakan orang-orang kenapa dia yang tak punya harta yang dipilih dan diangkat sebagai ketua?
Saat medan jihad memanggil para pejuang agama, pesan oleh sang raja,”Tuhan akan menguji kamu dengan sebuah sungai.Sesiapa yang meminumnya, bukanlah daripada pengikutku dan sesiapa yang tidak meminumnya maka dia adalah pengikutku kecuali menceduk seceduk dengan tangannya.” Meski telah diberi peringatan masih ramai yang kalah kecuali sebahagian kecil.Perjalanan diteruskan dengan menyeberangi sungai tersebut.Dan mereka yang telah ‘kalah’ langsung menyerah, yang punya keyakinan akan bertemu Tuhan lantang melaungkan, “Betapa banyak kelompok yang kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah!”
gambar hiasan

Epiloque of the battle:Akhirnya,Daud sang nabi membunuh Jalut si durjana dan dikurniakan kerajaan,hikmah dan diajariNya apa yang dikehendakiNya kepada Nabi Allah Daud as.

Sedikit tadabbur berkisar drama insan yang terlakar dalam sejarah ummat.
Bani Israel seperti cerita di atas diuji dengan 3 ujian besar.
1. Seruan jihad
2. Pemilihan sang raja yang tidak berharta
3. Air sungai(rezeki)

Pada hakikatnya, kita insan takkan pernah lari dari ujian Allah.Kita juga diuji dengan yang serupa seperti bani israel dalam kisah tersebut.Seruan jihad pada kita tak pernah putus. Mungkin belum masa dipanggil untuk berjihad dengan pedang dan senjata namun jihad dengan pena, jihad dengan tenaga dan fikiran serta jihad melawan nafsu terutamanya tak pernah berhenti menyeru kita. Seperti juga ujian pemilihan sang raja yang tidak disukai oleh rakyat.Kita takkan pernah mampu memiliki semua yang kita inginkan sebaliknya tuhan menentukan dan mentaqdirkan semua yang terbaik dan tepat untuk ketika dan saat yang bersesuaian.Dan ujian itu untuk Allah lihat sejauh mana kita menerima dan menjalani qadha dan qadarNya itu dengan redha dan yakin.Dan terakhirnya, ujian rezeki.Terlalu terang dan jelas untuk diperkatakan :D

Dalam apa jua keadaan dan zaman, ujian akan datang pada kita silih berganti.Tinggal kita mampu melepasinya atau tertinggal sebagai orang yang terus kalah.Kalah dalam perjalanan mencari redha Tuhan.Na’uzubillah.


Disclaimer:Ayat sedikit berbau poyo.Harap maaf.

Wallahua’lam.


4:25 pm, 25 Julai 2017, Tanah Air.

Saat Perjalanan Adalah Pencarian Diri

Bismillah.

Dengan nama Allah yang Mengajar dengan pena.

That was my first time travelled to pahang alone.and by bus some more.it was really a long journey.mungkin sebab bertolak siang.sebelum nie kalau kat india gerak malam.tidur je sepanjang dalam bas.bangun-bangun dah siang and dah nak sampai.sedar-sedar dah 10-12 jam dalam bas.tapi lain bila travel siang.dia punya lama tu…..berjanggut jugak.haha.tambah bila dapat seat tengah-tengah,bukan single,bukan window side jugak.haha..Memang mereput dalam bas.but luckily I got some pretty nice song and book to read sepanjang perjalanan.

More than 12 hours punya perjalanan, sebenarnya memungkin kita untuk have thought tentang banyak perkara.especially day journey.sebab tak mampu nak membuta sepanjang perjalanan so ada masa-masa yang kita akan berfikir jugak tentang apa-apa sahaja yang terlintas dalam benak fikiran.

My playlist memang akan on sentiasa kalau travel.Tambah-tambah kalau travel sengsorang.so dalam banyak-banyak lagu yang didendangkan tu tertarik dengan lirik satu lagu nie.i memang minat lagu nie dah lama.’Menjemput Bidadari’ by Dani Setiawan.(tapi ada orang kata orang lain yang nyanyi lagu nie.but it doesn't matter.thanks to whoever wrote the lyrics and sang it.)it's a wonderful song. a song about a guy yang akhirnya bisa menjemput bidadari menjadi suri hati.a love song actually.Haha.
But there's​ one sentence in the lyrics that really meaningful.my ex kakak usrah pernah sebut pasal lirik tu dalam usrah.(Bayangkan, sampai boleh masuk dalam usrah.power tak power lirik tu.haha)

Nie lirik magic tu.
“Saat perjalanan adalah pencarian diri”
Gambar hiasan.


Haaaa….hebat tak lirik dia..*winkwink*

Hakikatnya, setiap saat dalam kehidupan kita adalah peluang dan ruang yang Allah cipta untuk kita mencari dan terus menggali tentang hakikat diri kita.siapa kita, untuk apa kita diciptakan dan ke mana kita kan melangkah selepas ini.

Apa saja yang kita lakukan, ke mana pun kaki kita melangkah semasa di dunia ini adalah saat kita mencari diri kita.Ramai yang dewasa kerna pengalaman diri dan orang lain.kerna apa?kerna mereka berjaya mencari siapa mereka sepanjang berkelana di bumi Allah ini.

Masih belum terlewat untuk kita melihat dan menghayati setiap corak perjalanan kanvas hidup kita sebagai satu wadah untuk kita lebih mengenali siapa kita.

Saya kenal someone.bertahun-tahun dalam tarbiyah,tapi masih belum bisa merasakan 'bangun malam’ sebagai satu sumber kekuatan, belum mampu menjadikan itu sebagai rutin yang mendekatkan diri dengan tuhannya, belum merasakan urgensi untuk berkomunikasi dengan Tuhan.Namun dalam satu simpang perjalanan hidupnya, dia ditemukan dengan seseorang yang membuatkannya merasakan urgensi untuk berkomunikasi dengan tuhannya,meminta apa yang ingin dimintanya dalam doa-doa, memohon apa yang dihajatinya sepenuh jiwa sedangkan orang yang ditemukan tidak pernah menceramahinya dengan topik tersebut.cukup dia merasakan perjalanan hidupnya dipertemukan dengan insan itu sebagai pushing factor untuknya kembali mencari maksud diri sebagai hamba.
Dan sebagai teman, saya benar mengharapkannya dapat terus istiqamah.

Biar lewat, tapi jangan melewatkan.(senyum senget)

Kerna masa adalah makhluk Tuhan yang sangat unik.dengannya luka terubati, dengannya parut menghilang, Dan dengannya juga manusia bisa ‘kembali’ kepada penciptanya.biiznillah.

Wallahu’alam.

7:57 pm,29 April 2017,  Tanah Air.

P/s::baru dapat post after 3 weeks.huu

Pertemuan kita.

Pertemuan ini
Tiada kebetulan dalam sebuah pertemuan
Sepahit apa pun ia
Semanis apa pun ia
Takkan datang kalau bukan untuk ngajari kita
Tentang dia
Tentang kita
Tentang dunia
Tentang semuanya
Ia hadir pada saat yang tepat, ketikanya yang tepat
Menurut perhitungan Tuhan

Dan pertemuan ini
Tidak menjanjikan segalanya indah
Pasti penuh duri
Pasti akan ada yang terluka
Pasti akan ada derita
Namun tiada yang lebih menyakitkan dari terpuruk sendiri tanpa teman

Dan dari sebuah pertemuan
Aku belajar
Banyak tentang diri aku
Siapa aku
Untuk apa aku di sini
Kemana aku akan kembali
Kerna pertemuan takkan pernah ada yang sia-sia padanya
Dan sebuah pertemuan
Jika didasari dengan iman
Akan membuahkan bibit-bibit terindah dalam kehidupan
Yang akhirnya menjadi bekal

Untuk menembusi pintu-pintu syurga yang abadi.

"To make something special you just have to believe it’s special."


Dan aku merasakan setiap pertemuan kita adalah istimewa .
di mata aku.
di hati aku.
dan moga di mata Tuhan juga.


wallahua'lam.

11:27pm, 13 February 2017, Tanah Air.

Makhluk Aneh #1

Bismillah.

Dengan nama Allah yang maha menyatukan hati-hati.

Ini kisah makhluk-makhluk aneh yang dihadirkan Allah sepanjang aku berkelana di Bumi Maududi.

Dan mereka..ahh kalian tahu siapa kalian.
Gambar Hiasan

Tujuh setengah tahun,

Mereka adalah insan yang paling bersabar dengan kerenah dan kepelikan aku.

Satu kolej terpencil menyatukan kami.

Selalu aku berkira-kira, kenapa mereka, kenapa cuma mereka yang ada kaitan dengan aku sedari 
di kolej persediaan yang bersama-sama aku di India?

Ya.mereka adalah insan terdekat aku selama 2 tahun aku buat A-level di KTT.dan mereka juga yang Allah hantarkan untuk berjuang bersama-sama aku di India untuk tempoh lima tahun setengah.

Ups and downs.itu obvious.

Gaduh,perang mulut,itu biasa.

Merajuk,membuli,itu rutin.

Dari semua single sampai ada yang dah ' double’.tak lama lagi sorang lagi akan ‘ double’, insyaallah(dan sudah tentu itu bukan aku.haha)

Aku boleh kata, kami membesar mengenal diri dan dunia bersama-sama.

I can say,”What would I do without them?”

Dari soal study sampai soal hati.(hah gitew)

They are the best gift ever yang pernah aku dapat sepanjang aku di India.

Thanks korang.Jazakunallahu khoiron kathira.

Allah juga yang mampu balas apa yang korang dah buat untuk aku.

Kalian tahu kalian siapa.(walaupun aku tahu korang takkan baca post nie.haha)
..
...
....
Empat tahun setengah,

Lima sekawan, multiracial, multigender.(sebab ada seorang ja budak laki Malaysia dalam batch aku, dan ditaqdirkan dia tersesat dalam sub group yang sama dengan aku).

I don’t think i can pass my MBBS without them.(though memang Allah yang bagi, tapi melalui mereka.yes.)

Aku malas, diorang yang bagi semangat.

Aku down, diorang support.

Aku rasa aku bodoh, diorang yang sabar tolong ajar aku.

Aku nervous giler time exam sampai lupa semua, diorang yang calm kan aku.

Aku rasa bosan time posting, diorang yang hiburkan aku.

Aku hutang budi dengan korang banyak sangat.

Thanks korang.

The best postingmates ever yang i could ask for.

Kalian tahu kalian siapa.(walaupun aku tahu korang takkan baca post nie.haha)
..
...
....


*****bersambung*****

wallahu 'alam.

1:52 am, 13 February 2017, Tanah Air.

7 POD

Bismillah.

Dengan nama Allah Yang Mengajar manusia.

Here comes my last posting as intern.OBG.(Obstetrics & Gynaecology). Pengalaman dan cerita dari interns yang finished their posting in department nie memang sedikit sebanyak mempengaruhi mindsetku .( drama tak??haha) Especially bila yang diceritakan kebanyakannya adalah ‘ ketidak-best an’ when posted there. Haha. Aku memang literally keep reminding myself and my co-interns untuk stay positive despite cerita-cerita tak berapa nak best yang selalu muncul.

Ok.done with intro.here comes the story.

Pepagi sebelum pergi ward atau OPD(out-patient department), interns are supposed to go to the department and settle kan all the fake files.Sepatutnya tak perlu pun ikut ward round sebab bak kata semua interns sebelum nie, HOD memang tak nak tengok interns kat dalam ward especially during his round.so bebudak ward biasanya akan datang kerja after ward round finish. But there was one day HOD suruh interns follow his round.We all were like......”What????”. we left the files works and rushed to the ward and literally joined the round.There were only 2 of us, out of 4. Nak dijadikan cerita there was 1 patient with history of hysterectomy(removal of uterus) done i think few days ago. After attended the patient, sir looked at me and asked,

“ When do we remove LSCS(lower segment caeserian section) or hysterectomy’s suture?”
And i was like......cepat ingat bila kakngah remove suture LSCS dia!(my sis done lscs for her previous pregnancy).tapi end up tak ingat pun.
“ err...after 2 weeks??”more like a question compare to an answer.sambil pandang PG.
Then he replied..
“ Good! How long you’ve been posted here?”
Aku dengan rasa yakin tak yakin dengan the so-called ‘pujian’ pun jawablah, “ Almost 2 weeks, sir.”
“ Almost 2 weeks and you don’t know when we remove the suture?”
Ok. Time tu aku tahu yang ' good’ he said just now was just sarcasm.oh god!(facepalm).
And he started membebel pasal intern tak tahu bila kita remove suture,bila kita discharge patient, korang tak belajar pape waktu internship, intern patut belajar withdraw blood, buat suture, remove suture etc2.
Aku menjawab mempertahankan diri.”I did all that,sir. But not in this posting.”
Then he like..”Not in this posting?ok”. Pastu he continued with the round sambil terangkan things kat PG student dia, sambil dia pandang kitorang berdua.Dalam hati aku dah membebal dah.haha.typical reaction bila kena bashed dengan cikgu.haha.It becomes a habit dah though i know it’s not good.(my bad~)

Then aku berazam nak tanya my PGs lah bila diorang remove the suture tu.After that i went to ward to finish some register there, otherwise nanti kena marah pulak.had to fill the discharge dates and diagnosis for the discharged patients for obs cases.We’ve been doing that since 1st day of posting and we did that blindly just to finish it.and that day tergerak hati nak tengok the doctor’s order for 1 patient of LSCS.
‘7 POD(Post operative Day)
- Suture removed.
- Bla bla bla’
Then i was like...
“ Mengapa aku tak pernah check orders selama nie? Mengapakah???”

Then i realized that bila kita buat sesuatu yang pada kita simple,tak bererti buat kita, kita tend to buat sekadar nak siapkan, buat sekadar nak puaskan hati orang lain, seperti melepaskan batuk di tangga tanpa sedar setiap apa yang kita lakukan sebenarnya membina sesuatu dalam diri kita dan memberi kesan pada manusia sekeliling.

Like what happened to me. I thought that the register filling work won’t give me anything, won’t teach me anything, but actually it does.Cuma diri sendiri tak pernah mencari. After all it’s actually depends on us how we see things, how we percieve things and we going to make it beneficial to us.

“ Dan mengapa tidak ada ( penduduk ) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka ( kaum Yunus itu ), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.”
(Surah Yunus 10:98)

Sekadar tadabbur diri semasa last usrah.

Sebuah kisah istimewa yang terpatri dalam al-quran.
Tentang satu kaum yang menolak seruan nabi yang diutus Allah pada mereka, lantas dijanjikan Tuhan untuk diazab kerana kekafiran mereka, hingga sang nabi berputus asa untuk terus diuji sedemikian rupa dan akhirnya membawa diri walau belum sampai masa.sepanjang pemergian sang nabi yang berputus asa, mereka kembali memikirkan tentang seruan keimanan tersebut dan akhirnya memilih jalan tauhid sebagai pegangan hidup hingga dengan itu Allah menarik semula janjiNya untuk mengazab kaum tersebut seperti termaktub dalam surah Yunus ayat 98 yang menyatakan bahawa keimanan kaum nabi Yunus akhirnya memberi manfaat besar kepada mereka kerna nikmat apa lagi yang kita umat yang berdosa ini ingin dambakan dari Tuhan yang maha perkasa selain diselamatkan dari azab dan siksa serta kemurkaanNya.Ternyata keimanan mereka benar menyelamatkan mereka.

Lantas,
Bagaimana pula dengan keimanan kita?
Saat kita memandang remeh pada setiap amal-amal kita kerna merasakan itu tidak akan membuahkan apa-apa, tidak akan membantu meninggikan tingkat keimanan kita, sedang amal itu ternyata sebenarnya mampu memberi impak yang sangat besar pada kehidupan kita, pada tingkat iman kita meski amal itu cuma picisan pada pandangan kita.
Setiap amal kebaikan biarpun sebesar zarah sebenarnya menjemput redha Allah pada kita. Kerna itu, biarpun terpaksa bermujahadah untuk amal yang sedikit, jangan pernah malu dan menyia-nyiakannya.Mungkin itu tiket yang Allah bagi untuk merebut naungan di hari yang tiada lagi naungan selain naunganNya.


Apa kita tidak mahu amal kita menghasilkan iman yang akhirnya bermanfaat pada kita?

Tepuk dada tanya iman.


Wallahua'lam.

4 December 2016, 11:55 am, BM

(Ps: seminggu dah aku tulis, baru dapat post hari nie.

E.N.J.O.Y.

Bismillah

Dengan nama Allah maha memberkati usaha hambaNya.

Today is our last day in medicine posting ( kalau betul tak kena ganti lagi 12 hari yang ditinggalkan sebab balik malaysia).we were doing some works like usual, isi coming morning forms for investigations, filling the discharge cards, etc etc. Together with us ada sorang Junior Resident(JR) doing the same things like us. Macam biasa sembang-sembang kejap, tanya soalan mana yang tak faham, making jokes and sometime masing-masing senyap buat kerja masing-masing.and suddenly dia buka mulut and said ‘ it’s not only about sincerity but you really enjoy the works’. And i realised that that’s what we were doing for the past 8 months of internship. Me and the other two malaysian co-intern really set our mind to enjoy whatever works they giving to us.tak kesah lah department mana pun. Kitorang pernah kena suruh datang ke ward at night just to finish PGs fake files till midnight.pernah kena tahan kat ward jugak sebab kena siapkan register book dari tahun 2014. and everyday kena isi fake register kat OPD ( out patient department) dan banyak lagi la kalau nak di list kan kat sini.but things yang buat kitorang tak terlalu stress adalah we tried to enjoy the moment tak kesah lah kerja apa sekalipun. If some people thinks that they don’t like this department or that posting or apa-apa je i memang suruh diorang try to enjoy it whatever kerja diorang dapat.i hope its really worked for them so that they won’t feel bored or tak puas hati dengan sesiapa sepanjang posting.

Personally memang tak perasan pun part enjoy the works in medicine tu sampailah bila the JR said like that.sebab kalau ikutkan kitorang bukan buat procedure pun walaupun balik lambat almost everyday...99.5% adalah paper works but still susah sangat nak rasa stress unless ada some nurse yang memang buat orang rasa nak mengucap panjang.astaghfirullah..

Because the keyword adalah ENJOY THE WORK. Enjoy whatever you are doing. Try to be happy with it. Lakukan dengan cinta dan pasti tiada keberatan dalam pekerjaan.

Sama macam kerja dakwah dan tarbiyah.
Kita rasa berat kerna mungkin belum cukup cinta untuk berbuat dakwah tu.
Kita rasa berat mungkin kerna belum cukup menikmati moment-moment yang susah tu.
Kita rasa berat kerna mungkin sering mengharapkan cuma yang indah-indah di sepanjang perjalanan.
Tanpa sedar yang mendidik kebanyakannya kesusahan.
Yang mengajar kesabaran adalah keletihan.
Yang memupuk kekentalan jiwa adalah kelelahan.
Yang mencungkil dari dalam diri adalah rasa ketidak mampuan.
Bila berbuat sesuatu we want it to be done as perfect as we can.
And in life apa yang dilakukan itulah yang akan dibawa jumpa Tuhan.
Namun takkan mampu berbuat sedemikian bila tiada CINTA dalam setiap langkah kita.
Untuk apa?
Cintalah yang akan membuatkan kita melakukan yang terbaik demi Tuhan.



" Untuk ( kemenangan) serupa ini, hendaklah bermal orang-orang yang mampu beramal"
(As-Shoffat 37:61)


wallahua'lam

3 September 2016, 1:29 am, BM